Sunday, 25 November 2012

Api Bakar Kayu




Assalamualaikum ...

Memang lama tak update , tapi alang-alang menaip ini pun bersebab . Ya , hari jadi saya datang lagi . And now i'm officially announce that I'm now 19 years old  :') * take note that . Dah besar rupanya saya . Tapi perangai macam tak berubah , eheh !

     Masih teringat tahun lepas ketika saya masih berada di Malaysia , 'sambut' hari jadi dengan kawan dengan mandi kolam depan hostel semata-mata nak ambik exam tak balik , haha ambik kau exam . Masih teringat kali pertama rasa diraikan oleh kawan-kawan seperjuangan ketika di sana. Memang janggal betul masa tu sebab err.. tak pernah sambut something special . Dan saya memang mengaku itu kali pertama saya dapat merasai sambutan hari jadi . Haha , memang ketinggalan tahap zaman denasor . Tapi sebenarnya memang saya tidak kisah sangat sebelum ni kalau orang nak ingat ke tak hari jadi saya sebab kadang-kadang diri ni pun terlupa dan buat-buat . Tapi nasib baiklah ada sorang pak cik yang baik ni yang gemar benar nak mengingatkan saya tentang hari jadi saya . Tq lah pok cik Fesbuk XD

    Tapi mungkin disebalik kebahagian ni terselit rasa walang dalam hati . Masih terbayang berapa banyak dosa yang telah saya buat . Bertambah bilangan umur saya bermakna bertambahlah coretan malaikat di kiri saya yang tak letih-letih menjalankan suruhan Allah . Dosa ini ibarat api dan diri kita ibarat kayu . Semakin lama kayu dimakan api , semakin hancur menjadi arang kayu itu . Arang itu pula berbekasnya di HATI . Ya , bintik-bintik hitam itu . Disamari dengan keindahan-keindahan duniawi . Kita menjadi lalai pada sesuatu yang kita tahu ada kesudahannya yang pasti . Sehingga kita lalai dengan api yang hampir membakar keseluruhan badan kita .




Allah berfirman:"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (Tahrim 66:6)

   Masih teringat kisah Rasullallah S.A.W daripada Uqail b Abi Talib meriwayatkan bahawa kisah gunung yang menangis kerana takutkan keran turunnya ayat ini hingga kering air di dalamnya . Sedangkan gunung mengangis kerana takutkan azab , kita yang sanggup memikul tugas khalifah tidak takut ? Aib Jiddan ! 

    " Ya Allah , sungguh aku tidak layak ke syurga-Mu , namun di bawah lembayung rahmat-Mu yang luas itu , berilah sedikit ruang untuk aku memohon teduh , agar aku tidak terbakar oleh dahsyat panasnya azab-Mu itu , berilah jua rahmat-Mu itu kepada ibu-bapaku , kaum kerabatku dan saudara-saudaraku di mana jua mereka berada ya Allah . Selamatkan lah kami semua daripada kelalaian yang membawa kepada datangnya murka-Mu , walaupun sedikit kerana kami tidak mampu ya Allah ya Rabbal A'lamin. "